Pelajar SMP Jambi 19 kirim doa untuk Rohingya

Pelajar SMP Jambi 19 kirim doa untuk Rohingya
Ilustrasi - Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pemuda Aceh Peduli Rohingya (GEMPAR) menggelar aksi solidaritas untuk Rohingya di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis (7/9/2017). (ANTARA /Syifa Yulinnas)

Jambi  – Pelajar SMP Negeri 19 Kota Jambi mengadakan sholat jenazah ghaib berjamaah dan diteruskan pembacaan doa untuk muslim Rohingya yang mengalami krisis kemanusiaan.

Seluruh pelajar SMP Negeri 19 Kota Jambi, Jumat, sekitar pukul 07.30 WIB, lebih dahulu menjalankan sholat jenazah ghaib berjamaah bersama kepala sekolah dan guru yang pimpin Wahyu, guru agama sebagai imam dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Kepala SMP Negeri 19, Nanang Surya.

Para siswa dan siswi terlihat sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan itu dan setelah selesai melakukan sholat jenazah ghaib dan doa bersama, mereka melakukan penggalangan dana untuk muslim Rohingya.

Dana yang terkumpul akan diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi Jambi, PMII Pusat dan Pengurus Persatuan Guru se Indonesia, dengan total dana yang terkumpul Rp3,1 juta.

Dalam kegiatan itu Nanang berharap agar siswa dan siswi bisa menimbulkan nilai edukatif dan juga bukan hanya belajar teori-teori agama tetapi menimbulkan keterampilan spritual.

Kegiatan ini dilakukan atas spontanitas terhadap kejadian yang sedang berlangsung di Myanmar, agara para siswa bisa juga bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh kaum muslim Rohingya di Myanmar.

Sementara itu pada Kamis malam (7/9), puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi, pukul 20.00 WIB melakukan aksi solidaritas di depan kantor Gubernur Jambi di kawasan perkantoran Telanaipura, Jambi.

Aksinya dimulai dengan berjalan kaki bersama dari kantor PKC PMII menuju depan kantor Gubernur, yang dikawal oleh pihak kepolisian guna mengamankan jalan. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas sesama muslim terhadap apa yang terjadi pada warga muslim Rohingya di Myanmar atas kekejaman yang dilakukan militer Myanmar kepada masyarakat Rohingya.

Dalam aksi tersebut Mahasiswa PMII melakukan pembacaan doa, puisi dan orasi menolak keras atas perlakuan pemerintah Myanmar terhadap kaum Muslim Rohingya, dan meminta Pemerintah Indonesia mengambil tindakan terhadap kasus yang terjadi di Myanmar.

 

(ANTARA News)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply