Osteoarthritis dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup

Osteoarthritis dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup
ilustrasi

Jakarta  — Jumlah penderita osteoarthritis di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Tercatat 12 persen dari populasi wanita Indonesia berusia di atas 65 tahun menderita penyakit tersebut. Sedangkan 15 persen laki-laki di atas usia 65 tahun mengalami hal serupa.

Osteoarthritis adalah penyakit yang berkaitan dengan kerusakan tulang rawan sendi. Penyakit ini bisa menyerang semua persendian tapi terbanyak di sendi lutut dan pergelangan kaki.

“Osteoarthritis kebanyakan dialami para lansia usia 65 tahun ke atas. Namun, tidak semua lansia kena penyakit ini, tergantung gaya hidupnya,” kata dokter spesialis Ortopedi di RS Siloam TB Simatupang, dr Dwi Purnomo Setyo Budi SpOT dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dalam seminar kesehatan mengenai Kesehatan Sendi Dan Osteoarthritis pada 26 Agustus, Ia mengatakan, penyebab utama penyakit ini adalah proses penuaan, traumatis, badan gemuk, dan faktor genetik. Orang tua gemuk lebih cepat diserang osteoarthritis. Sedangkan yang badannya kurus, sangat jarang terkena kecuali pernah mengalami trauma. Semisal kecelakaan yang membuat cidera pada persendian.

Adapun gejala klinisnya nyeri saat beraktivitas, pembengkakan, kaku, gangguan pergerakan, sendi bengkok seperti huruf O atau X. Nyeri biasanya terjadi pada malam hari atau saat bangun pagi susah berdiri karena sendiri lututnya nyeri dan kaku.

Untuk pengobatannya menurut Dokter Dwi, bisa dengan obat (oles, oral), injeksi ke dalam tulang, fisioterapi, dan bedah. Selain itu para penderita osteoartritis disarankan menghindari naik turun tangga, berjalan terlalu jauh, berdiri terlalu lama, dan mengonsumsi jeroan.

Ia mengungkapkan, nyeri sendi yang paling sering dikeluhkan itu menyerang sendi lutut dan panggul karena penyangga tubuh. Meski semua sendi bisa terserang, namun kebanyakan memang lutut dan panggul.

Karenanya, untuk mengurangi faktor resiko, pasien yang gemuk harus menurunkan berat badannya. Ini untuk mengurangi beban penyangga badan, lutut dan panggul.

Penderita nyeri sendi juga dilarang melakukan olahraga high impact seperti hindari loncat dan lari. Olahraga yang baik dilakukan bagi penderita nyeri sendi adalah renang dan bersepeda.

Sementara Pakar Ortopedi RS Siloam TB Simatupang Dokter M Sada Baskara menambahkan, penderita osteoarthritis atau nyeri sendi banyak yang enggan mengobati penyakitnya karena takut operasi. Penyakit nyeri sendi ini bisa dicegah bila pasien mengubah gaya hidupnya.

“Minum jus sirsak tiap pagi sangat baik untuk penderita osteoarthritis,” kata Sada. Penderita osteroartritis sebaiknya tak minum kopi dan makanan yang gurih atau asin karena bisa membuat sendi lembab dan akhirnya nyeri.

 

(ANTARA News)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply