RSJ Marzoeki Mahdi edukasi pencegahan bunuh diri

RSJ Marzoeki Mahdi edukasi pencegahan bunuh diri

Bogor  – Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr Marzoeki Mahdi Bogor, Jawa Barat, dr Bambang Eko Sunaryanto mengatakan bunuh diri dapat dicegah baik oleh orang terdekat maupun oleh orang sekitarnya.

“Sesuai dengan tema Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia “Take a minute, change a life” atau luangkan satu menit, mengubah satu kehidupan,” kata Bambang dalam lokakarya memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, di RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa sesungguhnya bunuh diri dapat dicegah melalui intervensi segara. Data WHO tahun 2014 menunjukkan bahwa bunuh diri adalah penyebab kematian nomor dua terbanyak secara global, terjadi pada rentang usia 15 sampai 29 tahun atau usia produktif.

Di Asia Tenggara lanjutnya, bunuh diri pada usia produktif menjadi penyebab kematian nomor satu. Setiap tahun, lebih dari 800 ribu orang meninggal dunia karena bunuh diri.

“Artinya satu orang akan meninggal bunuh diri setiap 40 detik,” katanya.

Ia menyebutkan dalam “Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030 telah dimasukkan pula target penurunan rerata angka kejadian bunuh diri sebesar 10 persen pada tahun 2019 untuk memacu pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan bunuh diri di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bunuh diri tidak disebabkan oleh faktor tunggal atau multifaktor. Ia mengatakan salah satu faktor bilogi, psikologi, dan sosial. bunuh diri sering berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa, antara lain gangguan depresi, gangguan penggunaan napza (narkotika dan obat terlarang), gangguan psikotik atau juga gangguan kepribadian.

“Tapi tidak semua orang yang melakukan bunuh diri memenuhi kriteria diagnosis gangguan kejiwaan,” katanya.

Menurut Bambang, faktor yang sangat mempengaruhi tindakan bunuh diri adalah ketidakbahagiaan dan impulsivitas (bertindak sebelum berfikir). Selain itu faktor-faktor yang meningkatkan angka kejadian bunuh diri yang berhubungan dengan sistem kesehatan dan masyarakat antara lain, kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan menerima perawatan yang dibutuhkan.

“Mudahnya akses terhadap saran dan metode bunuh diri seperti bacaan di internet tentang cara-cara bunuh diri, atau berita di koran yang memberitakan kejadian bunuh diri yang kurang sesuai, sehingga meningkatkan imitasi atau meniru bunuh diri (copycat suicide),” katanya.

Selain itu, stigma terhadap orang yang mencari pertolongan untuk ide bunuh diri atau masalah kesehatan jiwanya.

Ia mengatakan, segala upaya dalam mengurangi berbagai hal tersebut memerlukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang komprehensif, terintegrasi, dan sinergis.

“Karena itu dibutuhkan pendekatan multiple dalam menanggulangi permasalahan bunuh diri yang kompleks,” kata Bambang.

RSJ Marzoeki Mahdi menyelenggarakan lokakarya pencegahan bunuh diri dalam memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 September. Lokakarya diikuti pelajar dan guru BP dari 10 sekolah perwakilan, dinas kesehatan dan dinas sosial.

WHO menyatakan bahwa usaha bunuh diri berkontribusi terhadap separuh kematian tragis dan mengakibatkan hampir satu juta kejadian fatal yang menghabiskan dana hingga milyaran dollar setiap tahun. Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang tragis.

Setiap aksi bunuh diri seseorang akan berdampak buruk bagi keluarga dan kerabat dengan membawa kerugian materi, sosial dan kejiwaan yang hancur.

(ANTARA News)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply