Perkembangan Hindu di Indonesia Dan Perjalanan Sejarahnya! Ini Penjelasannya

Daftar Isi
Perkembangan Hindu di Indonesia
Perkembangan Hindu di Indonesia

Swarariau.com, Sejarah dan Budaya -- Kesempatan ini, kita akan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kebudayaan sejak masa Hindu-Buddha, Islam, sampai pada masa kolonial Eropa di Nusantara.

 

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu akan mampu 

 

(1) mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha, serta peninggalan-peninggalannya, 

 

(2) mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya, dan 

 

(3) mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa.

 

Agama Hindu berasal dari India. Agama ini merupakan perpaduan antara agama yang dianut oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah berhasil mendesak bangsa asli India, Dravida.

 

Terjadi pembauran antara bangsa Arya dan bangsa Dravida yang selanjutnya menurunkan generasi yang disebut bangsa Hindu. Kata hindu berasal dari kata sindhu (bahasa Sanskerta) yang berarti sungai.

 

Kata ini mengacu pada Sungai Indus yang menjadi sumber air bagi kehidupan di sekitarnya. 

 

Sumber ajaran agama Hindu terdapat dalam kitab suci Weda (terdiri atas empat kitab), Brahmana (merupakan tafsir dari kitab Weda), dan Upanisad (memuat dasardasar filsafat hubungan antara manusia dan TUHAN).

 

Kata weda berasal dari kata vid artinya tahu. Weda atau veda berarti pengetahuan suci. Kitab ini ditulis ketika bangsa Arya menduduki Punjam, 3.000 tahun sebelum Masehi.

 

Dewa-dewa utama dalam ajaran Hindu ialah Dewa Trimurti (kesatuan dari tiga dewa). Ketiga dewa tersebut ialah:

 

  1. Dewa Brahma. Brahma bertugas menciptakan alam semesta dan mengatur segala peristiwa di dunia. Kendaraannya berupa angsa.
  2. Dewa Wisnu. Wisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya berupa seekor burung garuda.
  3. Dewa Syiwa. Syiwa bertugas sebagai perusak semua yang tidak lagi berguna di alam. Kendaraannya seekor lembu.

 

Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh seorang pendeta yang disebut brahmana. 

 

Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. 

 

Kelima keyakinan tersebut, yakni:

 

  1. Widhi Tattwa: percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
  2. Atma Tattwa: percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
  3. Karmaphala Tattwa: percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
  4. Punarbhawa Tattwa: percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
  5. Moksa Tattwa: percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia

 

Gambar 6.4 Omkara, simbol suci bagi umat Hindu yang melambangkan Brahman (Tuhan) Yang Mahakuasa. 

 

Dalam masyarakat Hindu, dikenal lima kasta atau kelas, yaitu:

 

  1. Brahmana: terdiri atas pemimpin agama atau pendeta
  2. Ksatria: terdiri atas para bangsawan, raja dan keturunannya, serta prajuritprajuritnya
  3. Waisya: terdiri atas pengusaha dan pedagang
  4. Sudra: terdiri atas para petani dan pekerja kasar
  5. Paria: terdiri atas gelandangan (orang yang haram untuk disentuh)

 

Tempat suci umat Hindu antara lain kota Benares yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya Dewa Syiwa. 

 

Sungai Gangga dianggap keramat dan suci karena air Sungai Gangga dianggap dapat mensucikan abu jenazah yang dibuang ke dalamnya. 

 

Hari raya umat Hindu ialah Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri.